Demam pada Anak-anak

November 3, 2008

Fever In Children

Purnamawati S Pujiarto, Dr SpAK, MMPed

 

Demam merupakan masalah yang sering menimpa anak kita dan tidak sedikit kita2 sebagai orang tua mudah panik sehingga langsung ke dokter anak dan berharap agar cepat sembuh. Sebenarnya kalau kita tahu apa itu demam dan cara mengatasinya, tidak selalu kita harus ke dokter loh…

Lalu apa sih demam itu?

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh anak mencapai lebih dari 38C dan prosesnya terdiri dari 3 fase, yaitu (1) menggigil sampai suhu tubuh mencapai puncaknya (2) suhu menetap dan (3) suhu menurun.
Demam juga merupakan mekanisme tubuh untuk melawan penyakit, karena suhu tubuh yang tinggi dapat membunuh virus (yang bisa meningkat jumlahnya pada suhu tubuh rendah).
So better not to treat low grade fever.

Bagaimana bisa timbul demam?

Peningkatan suhu tubuh ditimbulkan oleh beredarnya molekul kecil didalam tubuh kita yang disebut PIROGEN (zat pencetus panas). Zat ini juga berguna untuk mengerahkan sel darah putih ke lokasi infeksi dan terjadinya peningkatan pirogen ini bisa disebabkan karena;

 

  1. Infeksi
  2. Non Infeksi, seperti alergi, tumbuh gigi, keganasan, autoimun (adanya kesalahan “program” di dalam tubuh dimana organ tubuh kita disangka sebagai “musuh” dan diserang oleh sistem kekebalan tubuh kita sendiri) dan lain2.

 Diantara kedua penyebab diatas, demam lebih sering disebabkan karena infeksi, bisa oleh bakteri atau virus and in most cases (more than 75%), infeksi ini disebabkan oleh virus , terutama pada bayi dan anak .

Jadi bisa disimpulkan bahwa demam bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu gejala….dan gejala tidak akan hilang apabila penyebabnya tidak ditangani. Makanya ketika anak diberikan obat penurun panas (tempra, panadol), dalam beberapa jam panasnya naik lagi, ini terjadi karena obat penurun panas tidak menyembuhkan penyakitnya.

Lalu apa dong gunanya minum obat penurun panas? gunanya adalah supaya menurunkan suhu tubuh, agar suhu tubuh tidak terus meningkat dan supaya anak merasa nyaman (pain killer), tetapi bukan untuk menormalkan suhu tubuh!
Sekali lagi mohon di ingat – demam bukan penyakit – demam adalah gejala & yang terpenting – cari penyebabnya.

Kalau penyebabnya infeksi virus seperti pilek atau flu, obatnya hanya waktu dan beberapa pegangan di bawah ini. Jangan berikan antibiotik karena antibiotik tidak dapat membunuh virus

Cara mengatasi demam

 

  1. Minum Banyak karena demam dapat menimbulkan dehidrasi (baca “kerugian yg dapat terjadi karena demam”).
  2. Kompres anak dengan air hangat.
    Kok bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas.
  3. Beri obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra, panadol, atau paracetol, tylenol, sesuai dosis. Kapan obat penurun panas diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak uncomfortable. Sebaiknya jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah 38.5C).

Note: Baca attachment slide 3 & 4: Mekanisme Pengaturan Suhu Tubuh.
Ingat:

 

  • Sebaiknya kompres dilakukan ketika: anak merasa uncomfortable, suhu mencapai 40C, pernah kejang demam/keluarga dekat pernah menderita kejang demam atau anak muntah2 sehingga obat tidak bisa masuk.
  • Cara melakukan kompres: taruh anak di bath tub mandi dengan air hangat (30-32C) atau usapkan air hangat disekujur tubuh anak. Kalau anak menolak, duduk di bath tub beri mainan & ajak bermain.

Kerugian yang dapat terjadi karena demam
1. Dehidrasi

Tanda2nya: ubun2 cekung, kencingnya sedikit dan apabila punggung tangannya dicubit, kulitnya lambat kembali.
Yang harus dilakukan: beri minum yang banyak, jus buah, es batu atau es krim. Apabila anak muntah atau diare, berikan oralit, pedialite, atau kalau sudah di atas usia 1 tahun tetapi tidak menyukai pedialit atau oralit, dapat diberikan pocari sweat atau gatorade (yang penting minuman yg mengandung elektrolit).

2. Kejang Demam(Febrile convulsion)
Jarang terjadi, terutama pada anak usia antara 6 bulan – 3 tahun. Tanda2nya: hilang kesadaran,  kedua tangan kakinya bergerak dalam waktu yang sebentar (istilah nya kejang  yg menyeluruh atau generalized, tidak hanya satu sisi saja atau tangan saja atau kaki saja), biasanya berlangsung beberapa detik dan tidak lebih dari  5 menit.
Berbeda dgn kejang yg disebabkan epilepsi (kejang nya lama, tidak harus seluruh anggota tubuh yang mengalami kejang, dan setelah kejang tidak sadar) or radang otak akibat herpes simplex yg tanda2nya: hanya sebelah tangan kakinya yg bergerak dan terjadi dlm waktu lama, lebih dr 10 menit, dan setelah kejang pasien tidak sadar.

Walau nampak menakutkan, kejang demam umumnya tidak berbahaya, namun begitu apabila anak mengalami kejang, sebaiknya dibawa ke dokter.
Ada obat yang dapat mengurangi kejangnya, seperti diazepam atau valium yang berguna untuk merelaksasi otot. Tapi harus diberikan ketika terjadi kejang, tidak berguna apabila diberikan sebelum atau sesudah kejang.
Note: Baca attachment slide 8: Complications dan slide 13; Management of Febrile Convulsion

Obat demam

Tabel dibawah menunjukkan beberapa obat demam yang tersedia di Indonesia.

 

Ibuprophen

Acetaminophen

Acetosal

Metamizole

Untuk mengobati

nyeri, demam, peradangan.

demam, nyeri.

nyeri, demam, peradangan.

nyeri, demam, peradangan.

Merk Dagang

Proris, Fenris, Motrin

Tempra, Panadol

Aspilet, Aspirin, Aseptosal

Novalgin

Efek Samping

Iritasi lambung, pendarahan saluran pencernaan. Jgn diberikan bila anak muntah/diare.

Paling aman, bila sesuai dosis. Overdose menyebabkan kerusakan hati.

Gangguan otak dan hati, iritasi lambung. Tidak untuk anak dibawah 12 tahun.

Alergi (contoh: muka bengkak)

 

Note: Baca slide14 Fever medication. The best medication for our children is look for the safety, not the efficacy. And remember drugs carry the potentiiality to be toxic, so be sensible of using/consuming drugs.
 
Prinsip dalam menangani demam
Dibawah ini merupakan hal2 yg harus kita lakukan apabila anak demam as recommended by Mayo Clinic USA dan AAP )American Academy of Pediatrics):
– Cari tahu penyebab panasnya.
– Don’t panic! umumnya demam tidak membahayakan jiwa.
– Amati perilaku anak.

Bila pada suhu tidak terlalu tinggi anak masih riang, aktif dan mau main, maka kita tidak perlu panik.
– Jangan memberikan obat penurun panas bila demam tidak tinggi.
– Mengetahui kapan harus cemas dan menghubungi dokter (lihat dibawah).

Kapan harus menghubungi dokter?

Dibawah adalah panduan yang dibuat oleh American Academy of Pediatrics:
– Bila bayi berusia kurang dr 3 bln dgn suhu tubuh mencapai 38C atau lebih.
– Bila bayi berusia 3-6 bln dgn suhu tubuh mencapai 38.3C atau lebih.
– Bila bayi & anak berusia lebih 6 bln dgn suhu tubuh mencapai 40C atau lebih.
– Tidak mau minum/ telah mengalami dehidrasi.
– Menangis terus menerus.
– Tidur terus menerus.
– Kejang
– Sesak nafas, gelisah, muntah or diare.
Diatas adalah ringkasan (ma’af yah rada panjang) dari seminar 1/2 hari mengenai “Demam Pada Anak” oleh Dr. Purnamawati SpAK MMPed pada tanggal 24 januari 2004, Jakarta Selatan. Untuk lebih jelasnya, mohon dibaca attachmentnya

 

 

Sumber : sehat website group
Advertisements

TANGGULANGI JULING SEJAK DINI

September 24, 2016
Semakin dini dideteksi, kelainan mata juling atau jereng makin cepat dan mudah diatasi. Tes untuk mengetahui apakah anak menderita kelainan ini bisa dilakukan oleh orang tua di rumah.

 

Anatomi indera penglihatan dikatakan normal jika bayangan sebuah benda yang dilihat oleh kedua mata diterima dengan ketajaman yang sama. Bayangan ini secara serentak lalu dikirim ke susunan saraf pusat untuk diolah menjadi sensasi penglihatan tunggal.

Penglihatan tunggal ini bisa terjadi kalau kedua mata dapat mempertahankan daya koordinasi untuk menjadikan kedua bayangan suatu benda menjadi satu (fusi). Sebaliknya, fusi akan hilang bila daya penglihatan salah satu mata kurang atau tidak ada.

Pada penderita mata juling atau strabismus, mata tidak mempunyai kesatuan titik pandang. Kedudukan sumbu kedua bola mata itu tidak searah. Akibatnya, dua mata akan melihat dua benda atau dua bayangan (diplopia). Untuk menghindari penglihatan rangkap ini, penderita strabismus lalu berusaha menekan (supresi) atau tidak menggunakan matanya yang lemah. Ia hanya melihat dengan matanya yang sehat. Sebab itu, penderita sering mengeluh matanya mudah lelah atau merasa penglihatannya berkurang pada satu mata.

Dalam dunia kedokteran mata, kelainan mata ini akan disebut juling berganti bila mata yang satu digunakan untuk melihat, mata yang lain akan bergulir. Sedangkan kalau hanya satu mata yang digunakan, disebut juling monokuler.

Pada mata normal, bayangan yang diproyeksikan ke otak akan membentuk gambar tiga dimensi. Sementara pada mata juling – karena tidak mempunyai kesatuan titik pandang – bentuk tiga dimensi itu tidak didapat.
Tidak jarang kita menjumpai mata yang terkesan juling. Tetapi kalau itu diperiksa, tidak terdapat tanda-tanda juling. Pakar kedokteran mata menyebut kesan ini sebagai pseudostrabismus. Juling palsu. Kasus ini banyak terjadi pada ras Mongol yang berhidung datar. Hal ini terjadi karena lipatan vertikal kulit pangkal hidung membuat sclera hidung tidak terlihat dengan jelas sehingga mata tampak juling ke atas. Ada lagi kasus lain yang disebut hipertelorisme. Pada kasus ini bola mata terdorong ke luar rongga orbita sehingga menimbulkan gambaran bola mata yang menyebar ke luar. Keadaan ini memberi kesan, mata tinggi sebelah

Akibat gangguan otot mata

Dr. Raman R. Saman, M.D. Ophth., AMS, MBA, ahli mata dari R.S. Prof. Dr. Isak Salim “Aini” Jakarta, mengungkapkan, penyebab mata juling itu beragam. Untuk mengetahui penyebab lebih lanjut, “Pertama-tama perlu pemeriksaan menyeluruh, mulai dari anatomi mata, faal atau fisiologi, sampai apakah si penderita mengidap suatu penyakit,” jelasnya.

Dalam beberapa kasus, otot mata sering menjadi salah satu penyebabnya. Untuk menggerakkan bola mata digunakan enam macam otot mata. Bila semua otot itu tak ngadat alias bekerja normal, kedua mata akan berfungsi secara seimbang. Normal-tidaknya otot mata tergantung pada tebal-tipis, panjang-pendek, dan berfungsi-tidaknya saraf-saraf mata. Maka, jika di antara otot atau saraf ini ada yang tidak normal, keadaan itu bisa menyebabkan seseorang menderita juling.

Tidak sedikit pula kasus mata juling disebabkan oleh gangguan perbedaan ketajaman penglihatan yang sangat besar antara kedua mata. Misalnya, mata kiri -2 (minus dua), mata kanan -9 (minus sembilan) atau lebih. Perbedaan ukuran antara mata kiri dan kanan yang masih bisa ditoleransi tidak boleh lebih dari 3.

Mata juling bisa juga bisa dipicu oleh terjadinya kemunduran daya penglihatan yang dinamakan lazy eyes (mata malas), atau disebut juga ambliopia. Mata malas ini akibat satu mata mempunyai visus(ketajaman mata)rendah yang tidak dapat ditingkatkan lagi karena terlalu lama dibiarkan. Akibatnya, penglihatan didominasi oleh mata yang sehat saja.

Menurut dr. Saman, bila dilihat lebih jauh, ketiga faktor itu tercetus karena beberapa hal. Misalnya, faktor bawaan (kongenital), trauma mata (tertusuk benda tajam atau tumpul), infeksi virus atau bakteri, dan sebagainya. “Ada pula kasus juling akibat infeksi toksoplasma yang ditularkan melalui kucing atau daging yang mengandung kuman toksoplasma tidak dimasak dengan baik,” katanya.

Penyakit sistemik pun bisa menjadi penyebab kelainan mata jereng ini. Misalnya saja, diabetes mellitus dan hipertiroid, penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak (stroke), kelainan darah atau perdarahan, serta gangguan metabolisme antara lain kadar kolesterol yang tinggi. Penyakit sistemik ini ada kalanya menyebabkan juling begitu berhubungan dengan otak.

Mata juling bisa juga terjadi gara-gara munculnya tumor jinak atau pun ganas. Misalnya, akibat tumor otak, retinoblastoma (kanker mata), dan kanker yang sudah menyebar dan menekan saraf di bagian otak. Kondisi itu menyebabkan kelumpuhan otot-otot mata.

Pada kasus mata juling karena bawaan, kelainan otot atau saraf mata pada anak, umumnya sudah terlihat sejak usia enam bulan. Gejalanya antara lain, bila anak melirik, perguliran bola matanya tidak sampai ke ujung. Itu bisa karena terjadinya hambatan pada pergerakan bola mata sehingga mata tidak bisa bergerak ke segala arah dengan leluasa. Atau pada usia ini juga bisa dilihat apakah salah satu bola matanya terlihat bergulir ke arah hidung, pelipis, alis, atau pipi. Pada usia satu tahun akan tampak lebih jelas karena anak yang menderita jereng sering melihat sesuatu dengan posisi kepalanya miring ke kanan atau kiri, tengadah atau tertunduk. Pada usia tiga tahun anak mulai mengeluh penglihatannya kurang jelas atau ganda.

Anggapan bahwa mata juling bisa timbul akibat bayi diberi mainan gantung di atas kepala dengan posisi kurang tepat, menurut dr. Saman, sama sekali tidak benar.

Kacamata atau bedah

Terapi yang perlu dilakukan untuk menanggulangi kelainan mata juling adalah memulihkan kembali kesatuan titik pandang. Sembuh atau tidaknya tergantung pada jenis kelainan dan penyebabnya. Kasus juling pada anak umumnya dapat disembuhkan asalkan diobati sejak dini. Kalau masalahnya berhubungan dengan refraksi atau ketajaman penglihatan, bisa ditanggulangi dengan kacamata. Kacamata itu bisa berlensa spheris, silinder, atau prisma tergantung keperluannya. Bisa juga diatasi dengan lensa kontak (terutama bagi yang minusnya tinggi).

Usaha lain ialah dengan melakukan koreksi bedah refraktif untuk mengurangi kelainan rabun dengan menggunakan pisau bedah atau laser excimer. Bila persoalannya menyangkut otot, bisa dilakukan pembedahan sesuai kebutuhan. Misalnya, otot yang kepanjangan dipendekkan (diresek), sebaliknya otot yang kepanjangan dipendekkan dengan menggeser lokasi perlekatan pangkal otot (reses terhadap insersi otot). Sedang bila juling terjadi akibat kecelakaan (trauma) umumnya dikoreksi dengan tindakan pembedahan.

Berlainan dengan anak bermata juling yang mampu melakukan supresi pada matanya yang lemah, penderita dewasa tidaklah demikian. Akibatnya, penderita dewasa akan terus terganggu karena benda yang dilihat tampak bertumpuk. Kalaupun sekali-kali mampu, mata akan terasa pegal atau capek, bahkan pusing atau mual. Sebab itu pada orang dewasa, julingnya akan lebih kelihatan bila sedang capek.

Pada orang dewasa yang tidak lagi mampu mensupresi matanya ini, pengobatan biasanya diusahakan dengan menutup salah satu matanya, sampai ototnya kembali normal. Mata yang ditutup, bisa yang sehat atau yang sakit. Dengan menutup mata yang sakit, diharapkan mendapatkan rangsangan dari mata sehat yang dipakai. Namun, kalau berdasarkan pemeriksaan ia ternyata menderita ambliopia, maka mata yang sehatlah yang ditutup. Tentu saja yang pertama diobati adalah ambliopianya lebih dulu. Bila sembuh tapi juling masih ada, maka dilakukan tindakan pembedahan untuk menghindari kekambuhan ambliopianya.

Mata penderita dewasa yang sudah telanjur rusak karena lama tidak digunakan, akan sulit disembuhkan. Umumnya juling akan kambuh kembali sekalipun sudah dilakukan pembedahan. Karena itu terapi mata juling paling tepat dilakukan sejak dini (sebelum usia 12 tahun) agar hasilnya jauh lebih memuaskan daripada setelah anak tumbuh remaja atau dewasa.

Dr. Saman menganjurkan, kecuali diperiksakan ke dokter mata, hendaknya penderita juga berkonsultasi ke dokter lain seperti ahli THT (telinga, hidung, tenggorokan) atau dokter ahli penyakit dalam. Hal ini untuk mengetahui apakah ada kelainan pada organ lain yang mungkin menjadi penyebab matanya juling.

Pada orang dewasa penderita juling akibat komplikasi penyakit seperti diabetes atau stroke, cara mengatasinya antara lain dengan melatih mata yang tidak sehat. Selain itu tentunya melakukan diet makanan sesuai petunjuk dokter dan pengobatan penyakit utamanya sampai tuntas.

“Kita harus waspada apabila juling terjadi secara tiba-tiba,” dr. Saman wanti-wanti. Sebab, banyak di antara kasus itu merupakan komplikasi penyakit ganas. Dalam kasus ini, mata juling hampir tidak dapat disembuhkan.

Saman menganjurkan, bila kita curiga terhadap penglihatan anak, lakukan tes mata sebelum anak masuk sekolah. Tes bisa dilakukan oleh orang tua sendiri. Caranya dengan menutup sebelah mata si anak. Amati apakah si anak mampu melihat gambar atau benda dengan sebelah matanya. Kalau misalnya mata kanan mampu melihat jelas, sementara mata kiri kurang jelas atau bahkan tidak bisa melihat sama sekali, segera berkonsultasi dengan dokter anak dan dokter mata. Penanggulangan dini jauh lebih cepat penyembuhannya daripada setelah dewasa. (Nanny Selamihardja)

Sumber : Intisari on the Net

 


Gejala Demam Berdarah pada Anak

April 28, 2016

Demam berdarah adalah penyakit tropis yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Virus ini dapat menyebabkan demam, sakit kepala, ruam, dan nyeri di seluruh tubuh. Sebagian besar kasus demam berdarah yang ringan sembuh dengan sendirinya setelah sekitar satu minggu.

Gejala demam berdarah pada anak dan balita tidak selalu muncul. Banyak anak-anak dengan demam berdarah tidak menampakkan gejala, beberapa anak memiliki gejala ringan yang muncul kapan saja dari 4 hari sampai 2 minggu setelah digigit oleh nyamuk aedes yang terinfeksi. Gejala Demam Berdarah biasanya berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Setelah anak-anak mengalami sakit demam berdarah, mereka menjadi kebal terhadap jenis virus tertentu (meskipun mereka masih dapat terinfeksi oleh salah satu dari tiga jenis virus dengue lainnya). Dalam kasus yang jarang terjadi, demam berdarah dapat menyebabkan gejala yang serius yakni Dengue Shock Syndrome (DSS), yang dapat menyebabkan shock dan kematian, oleh karena itu memerlukan perawatan medis segera.

Ciri-ciri dan Gejala Demam Berdarah pada Anak :

Tubuh anak dan balita lebih rentan dari orang dewasa sehingga penanganan demam berdarah sejak dini diperlukan. Terkadang gejala demam berdarah pada anak dan balita tidak selalu muncul, dan gejala tersebut bisa saja muncul pada hari ke-4 sampai hari seterusnya. Berikut ciri-ciri demam berdarah pada anak dan balita :

  • Tubuh mengalami demam tinggi

Demam ini bisa mencapai 40 derajat celcius. Badan anak juga kadang menggigil disertai panas dingin. Demam bisa saja turun seperti mau sembuh namun tiba-tiba kambuh lagi. Hal ini akan terus berlangsung selama hampir satu minggu. Terkadang orang tua yang tidak mengenal gejala demam berdarah ini menganggap hal tersebut hanya demam biasa atau malah masuk angin. Lebih baik segeralah periksakan anak atau balita anda ke dokter sebelum terlambat.

  • Tubuh mendadak sangat lemas dan lesu

sekaligus sakit di belakang mata serta nyeri. Wajah anak atau balita akan kelihatan sangat pucat disertai sakit kepala.

  • Muncul bintik-bintik merah dan ruam pada sekujur tubuh anak

Hal ini disebabkan oleh virus dengue yang menyerang sistem pembekuan darah di dalam tubuh. Pada fase yang paling parah maka hidung bisa mengalami mimisan kemudian mutah darah seperti kopi berwarna hitam. Selain itu, kulit anak juga mudah mengalami memar.

  • Rasa mual serta berkurangnya nafsu makan

Telapak kaki juga terasa gatal dan anak juga bisa terserang penyakit batuk pilek

  • Sakit kepala yang hebat, terkadang disertain batuk dan pilek
  • Pendarahan ringan dari hidung (mimisan) atau gusi

Gejala demam berdarah pada anak dan Balita umumnya ringan terutama bagi mereka yang baru pertama terinfeksi virus ini. Sedangkan anak-anak yang lebih tua, dewasa, dan mereka yang pernah mengalami infeksi sebelumnya mungkin akan menimbulkan gejala sedang sampai berat. Anak yang mengalami demam berdarah dengue (DBD) berat atau dengue shock syndrome akan memiliki gejala demam berdarah biasa seperti di atas yang berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Akan tetapi setelah demam reda, gejala lain malah memburuk dan bisa menyebabkan perdarahan yang lebih parah, timbul masalah pencernaan seperti mual, muntah, atau sakit perut yang parah, dan masalah pernapasan seperti kesulitan bernapas (sesak). Jika tidak segera di tolong, maka akan mengalami dehidrasi, perdarahan berat, dan tekanan darah menurun dengan cepat (syok), syok yang tak teratasi bisa berujung pada kematian. Oleh karena itu, kenali gejala-gejala demam berdarah pada anak dan balita agar mereka segera mendapatkan pertolongan medis.

Diagnosis Demam Berdarah Pada Anak dan Balita

Jika anak Anda megalami gejala demam berdarah (DBD) seperti telah disebutkan di atas, segera hubungi dokter. Anda juga harus menghubungi dokter jika anak Anda baru-baru ini berkunjung ke daerah yang lagi musim demam berdarah dan mengalami demam atau sakit kepala parah setelah itu. Untuk menegakkan diagnosis DBD, dokter akan memeriksa anak Anda dan mengevaluasi gejala yang ada. Dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan anak dan perjalanan yang dilakukan baru-baru ini, dan jika diperlukan akan mengambil dan mengirim sampel darah anak Anda untuk diuji di laboratorium guna memastikan apakah ada demam berdarah atau tidak.

Pengobatan Demam Berdarah Pada Anak dan Balita

Tidak ada Obat khusus yang tersedia untuk demam berdarah dengue. Kasus ringan bisa diobati dengan memberikan banyak cairan (minum) untuk mencegah dehidrasi dan banyak istirahat. Penghilang rasa sakit dan penurun panas pada demam berdarah yang terbaik adalah acetaminophen (parasetamol). Penghilang nyeri dan penurun panas yang mengandung aspirin atau ibuprofen harus dihindari, karena dapat membuat pendarahan lebih mungkin.

Sebagian besar kasus demam berdarah pada anak sembuh dalam waktu satu atau dua minggu dan tidak akan menyebabkan masalah yang tersisa. Jika seorang anak memiliki gejala demam berdarah yang berat, atau jika gejala menjadi lebih buruk pada hari pertama atau kedua setelah demam hilang, maka harus segera dicarikan perawatan medis. Ini bisa menjadi indikasi demam berdarah dengue (DBD) atau dengue shock syndrome, yang membutuhkan perhatian medis segera.

Untuk mengobati kasus DBD di rumah sakit, dokter akan memberikan cairan dan elektrolit secara intravena (IV) melalui infus untuk menggantikan cairan yang hilang karena muntah atau diare . Dalam kasus yang lebih berat, mungkin saja transfusi darah untuk menggantikan darah yang hilang.

Dalam semua kasus infeksi dengue, baik yang ringan maupun yang berat, hindarkan penderita dari gigitan nyamuk, karena nyamuk yang menggigit tadi akan tercemar virus dan apabila nyamuk tadi mengigit orang lain maka orang itu akan bisa tertular DBD. Usaha ini akan membantu mencegah penyakit menyebar ke orang lain.

Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue

Tidak ada vaksin untuk mencegah demam berdarah, satu-satunya cara untuk melindungi anak dari penyakit DBD ini adalah meminimalkan kemungkinan mereka digigit oleh nyamuk Aedes. gejala demam berdarah DBD nyamuk aedes penyebab demam berdarah, belang-belang, ketika mengigit badan nyamuk tidak nungging. Untuk mencapai tujuan tersebut, lakukan tindakan pencegahan demam berdarah berikut:

  1.  Anjurkan anak-anak untuk memakai kemeja lengan panjang, celana panjang, sepatu, dan kaus kaki ketika mereka pergi ke luar, dan menggunakan kelambu di atas tempat tidur mereka.
  2. Batasi jumlah waktu anak-anak untuk menghabiskan waktu luar rumah pada siang hari, terutama di jam sekitar pagi dan sore, saat nyamuk aedes paling aktif.
  3. Jangan memberikan tempat nyamuk berkembang biak. Nyamuk bertelur di dalam air bersih, jadi singkirkan genangan air yang biasanya terdapat pada ban bekas, tempurung kelapa yang terbuka, barang rongsokan yang tergenang air, dan rajin menguras bak mandi dan mengganti air vas bunga serta tempat minum burung setidaknya seminggu sekali.

Sekian pembahasan singkat tentang gejala demam berdarah pada anak dan balita semoga dapat memberi pengarahan yang bermanfaat untuk orang tua yang sayang anaknya.

Bersumber dari:  Mediskus.com, doktersehat.com


Muntah + Mecret = Muntaber?

January 20, 2014

Mau cerita tentang pengalaman anak-anak sakit kemaren.

Yang pertama sakit tuh Joska, tiba2 selasa subuh muntah …tanpa ada tanda2 apa pun. Semalemnya malah masih maen di playground. Gak panas, gak rewel, gak apa2…

Subuh-subuh itu muntah 2x, trus pagi2 kelihatan dah sehat, tapi dikasih minum susu muntah, dikasih minum air muntah, trus gak lama kemudian mencret, dan mencretnya dah air. Sehari itu muntah bisa sampe 6 x, mencret 4x, langsung panic daan ngeliat anaknya lemes langsung siangnya bawa ke dokter.

Kata dokter sih positif muntaber …. Dikasih obat untuk anti muntah, obat pencernaan bakter baik lactacyd, sama obat muntaber dan oralit. Proses penyembuhannya memang agak lambat antara 3-7 hari,  Cuma yang perlu diwaspadai dehidrasi, harusnya setiap x muntah atau mencret harus masuk 100cc oralit, kalo lebih sedikit dari itu berarti dehidrasi. Kalo dah dehidrasi harus bawa ke RS untuk opname ,

Pulang ke rumah langsung rajin kasih oralite, dan untungnya dia mau walau harus diakalin sambil ntn tv. Pas besoknya masih belum ada perubahan, karena Joska minum obatnya susah … harus pake suntikan dimasukin ke mulut dan posisi tiduran. Tapi masalahnya masukin lactacyd itu yang susah, karena bentuknya serbuk dan kalau dilarutin ke air jadinya gempel dan lengket jadi makin susah dipaksain minum. Padahal sebenernya rasanya enak loh …Grace dan Hansel mah doyan.

Jadi makin khawatir nih, cirri-ciri dehidrasi dah ada semua, bibir kering, nangis gak ada air matanya, pipis jarang, Cuma masih bekeringat dan kulit masih elastis. Tapi lemes banget, bawaannya tiduran melulu meskin gak merem, tapi gak mau duduk. Kasian banget litany. Jadi agak bingung, karena kalau harus opname masih harus ngurusin Hansel juga nih ….. Kalau satu di rumah, satu di rumah sakit kan tambah puyeng …

Hari ketiga belon ada perubahan juga, tambah puyeng …trus tiba-tiba inget ada jelly gamat di rumah, dan jelly gamat itu kan mengandung anti bakteri, anti jamur, dan anti virus. Jadi bisa menghambat pertumbuhan bakteri Ecoli yang jadi penyebab penyakit muntaber. Terus juga kandungan proteinnya tinggi, bagus untuk perncernaan dan memperbaiki saluran perncernaan yang kurang baik seperti penderita muntaber. Juga kandungan mineralnya tinggi jadi bisa sebagai ganti oralit untuk mencegah dehidrasi. Ini gw search lagi brosur dan buku manualnya, karena dulu mmg gw jadi member dan sempet jualan juga. Tapi dah agak lama vacumm jadi lupa lagi :p yasud, coba aja deh karena toh gak ada efek sampingnya. Lagian ini masukinnya lebih gampang, karena bentuknya yang jelly. Dan si anak ternyata mau …. Gw kasih sehari 3x , sekalinya satu sendok the. Dan puji Tuhan besoknya lgs menunjukkan perubahan membaik.

Dah gak muntah lagi, tapi kok masih rewel, bisa tidur tapi maunya nenen melulu ……. Memang sih sejak dia muntah terus selalu gw kasih dikit2 aja nasi timnya, takut muntah lagi. Trus pas diajak ke dapur dia minta turun terus ambil mangkoknya sendiri …astaga lapar ya Nak ….. Jadi gw ambilin semangkok bubur dan langsung abis ….. Udah sembuh ya Nak …. Nafsu makan dah balik lagi, maminya sampe lupa kalo Joska tuh makannya banyak …..hahaha jadi laper melulu. ABis makan, trus dia tiduran dan bobo sendiri gak minta nenen lagi J

Hari ke 5 dah makin ceria, babnya dah mulai berampas meski masih mencret. Hari ke6 dah hamper pulih, aktif, nafsu makan dah biasa, gak muntah dan gak mencret lagi. Dan udah iseng lagi heheheh Praise the Lord.  Sedih banget kalo liat anak kecil lemes kaya gitu, kangen rasanya liat anak ceria lagi.

Image


Pantangkah Bagi Ibu Hamil Makanan Ini?

May 26, 2012

1. Durian

Menurut dr. Fitriadi Kusuma, SpOG dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta sampai saat ini memang belum ada penelitian resmi yang menyatakan bahwa buah durian tidak baik untuk ibu hamil. Meski begitu, ia mencoba menganalisisnya berdasarkan kandungan dalam buah musiman ini.

Buah durian mengandung banyak gas, glukosa, kolesterol dan juga sedikit alkohol. Setelah mengonsumsi durian, gas dalam perut Bunda bisa saja menimbulkan kontraksi. Dampak buruk lainnya Bunda bisa terkena diabetes karena glukosa yang ada dalam durian. sedangkan kolesterol dan alkohol menimbulkan efek buruk pada jantung.

Tapi Bunda boleh merasa lega karena menurut dr. Fitriadi akibat mengonsumsi durian tidak sampai menimbulkan hal negatif pada janin.

Ia menjelaskan sebenarnya tidak ada larangan makanan apa pun untuk wanita yang sedang hamil. Semua makanan boleh dikonsumsi. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar porsinya. “Untuk durian satu atau dua biji saja sudah cukup, jangan lebih!” paparnya. Hal ini untuk menghindari efek yang ditimbulkan dari kandungan durian (diabetes dan penyakit jantung).

Pada pasien dengan kehamilan trimester pertama sebaiknya menahan diri dulu untuk tidak mencicipi buah ini. Karena pada usia kehamilan ini kontraksi yang timbul kemungkinannya lebih besar.

TIPS :  minum banyak air putih setelah mengonsumsi durian membantu menetralisir kembali tubuh Bunda

2. Nanas

Ada kandungan zat dalam nanas, khususnya nanas muda, yang dapat memicu kontraksi pada ibu hamil. Nanas muda memunculkan sifat antelmintik dan abortivum.  Seberapa banyak nanas yang dikonsumsi yang dapat memicu keguguran berbeda2 terhadap setiap orang, tergantung kuat atu tidaknya kandungan.  Nanas banyak mengandung vit A dan C, mambantu melancarkan perncernaan dan mencegah radang. Jadi jika memakan nanas dalam porsi sedikit tidak apa.

3. Air kelapa muda

berkhasiat baik terhadap air ketuban, juga mengandung elektrolit biar badan bugar selalu

4. Kopi

Secangkir kopi punya banyak manfaat, mulai dari sekedar mengatasi kantuk hingga mengurangi risiko kanker. Namun ibu hamil tidak boleh sembarangan minum kopi, karena terlalu banyak kafein malah bisa membahayakan kandungan dan jantung.

Konsumsi kopi yang mengandung caffeine dapat menyebabkan  rasa panas atau perih pada lambung (heartburn) dan tidak bisa tidur pada bunda(padahal proporsi perkembangan janin terjadi pada saat ibu hamil tidur)

Kopi dan teh mengandung kafein yang merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Selain itu, konsumsi kafein juga bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil. Boleh jadi, beberapa vitamin penting seperti B dan C ikut terbuang percuma. Itulah mengapa, konsumsi kopi dan teh selama hamil sebaiknya dibatasi. Tidak lebih dari 400 mg kafein per hari, atau kurang lebih 3 cangkir kopi per hari dengan perkiraan 1 cangkir kopi mengandung 100 mg kafein. Sedangkan untuk teh, maksimum boleh dikonsumsi 8 cangkir sehari.

Sedangkan kopi dapat menyebabkan kekurangan berat badan janin atau kelahiran payi premature, belon ada penelitian resmi yang benar-benar membuktikannya.

5. Alcohol

Alkohol jelas berbahaya untuk janin jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Tahun 1968 seorang dokter asal Prancis, P. Lemoine menemukan hubungan kelainan yang diderita 127 balita dengan kebiasaan ibu minum alkohol selama hamil, yang disebut Fetal Alcohol Syndrome (FAS). Selain itu, alkohol juga dapat membuat tingkat kecerdasan dan kemampuan kognitif anak menurun jika dibandingkan dengan anak-anak sebayanya.

Bayi yang mengidap Fetal Alcohol Syndrome (FAS)  akibat ibu minum alkohol selama hamil, memiliki ciri:

  •     Lahir dengan berat badan di bawah normal (BBLR).
  •     Panjang tubuh saat lahir lebih pendek dari normal.
  •     Lingkar kepala lebih kecil.
  •     Menderita kelainan pertumbuhan dan pembentukan wajah.
  •     Menderita kelainan persendian tungkai dan lengan.
  •     Kemampuan koordinasi gerakan tubuh lambat.
  •     Mengalami gangguan belajar.
  •     Ingatan pendek, tidak mampu mengingat dalam jangka panjang.

6. Soft Drink

Soft drink sarat kandungan gula tinggi. Ada sekitar 250 kalori yang dikandung soft drink dalam satu gelasnya. Apalagi, gula dalam soft drink adalah gula fruktosa, yaitu gula sintetik yang diekstrak secara kimiawi dari jagung. Akibatnya, kandungan gula darah bisa meningkat cepat. Ibu hamil pun berisiko terkena diabetes melitus selama kehamilan, sementara janin akan mengalami kelebihan berat badan.

Selain itu, konsumsi gula dalam jumlah banyak bisa mengganggu fungsi sistem saraf, mengingat gula dalam tubuh harus dipecah menjadi energi, sementara proses pemecahan gula memerlukan vitamin B6. Logikanya, semakin banyak gula yang dikonsumsi, semakin banyak vitamin B6 yang terkuras. Padahal, terkurasnya vitamin B6 akan mengganggu fungsi sistem saraf, dengan salah satu dampaknya berupa kelelahan yang amat sangat dan mudah terusik seperti halnya dalam kondisi stres. Itulah mengapa, selama hamil sebaiknya kita menghindari konsumsi minuman ringan atau bersoda.

7. Air es

tidak membuat janin menjadi besar, itu hanya mitos kehamilan, kecuali air esnya di campur sirup. kandungan karbohidrat dlm gula sirup ini yg dpt menyebabkan janin di atas normal.

8. Sate atau daging hasil bakar-bakaran

Pastikan  sate atau daging yang dibakar benar-benar sudah matang. Karena daging yang setengah matang dikhawatirkan mengandung virus tokso yang dapat menyebabkan infeksi pada janin, selain itu dikhawatirkan juga mengandung escheria coli dan salmonella sp yg terakhir dpt menyebabkan diare hebat pd ibu hamil

9. Jenis ikan laut tertentu

Swordfish, marilin, mackarel, tuna di takutkan adanya kandungan merkuri yg bisa menyebabkan tergangunya perkembangan syaraf. Dan juga terutama ikan-ikan besar yang memakan ikan kecil lainnya.

10. Gula buatan / gula rendah kalori

Gula buatan/sintetis berupa saccharine dapat menyebabkan terjadinya resiko janin terkena kanker kandung kemih. saccharine dapat masuk ke sirkulasi janin. jika terjadi penimbunan, maka beresiko timbulnya kanker kemih. pemanis buatan lain yg harus dihindari berupa aspartam dan acesulfan yang biasanya ditambahkan pada softdrink (?!), yoghurt, aneka permen

11. Jenis keju tertentu atau susu yang tidak dipasteurisasi

Keju lunak atau susu yg tidak dipasteurisasi beresiko mengandung sejenis bakeri listeria yang dapat menyebabkan infeksi janin dan keguguran

12. Dark chocolate / simply chocolate

Biasanya mengandung caffeine juga, tapi lebih sedikit dibanding yang terdapat pada kopi. Tergantung berapa banyak kita mengkonsumsinya setiap hari.

13. Over multivitamin

Kelebihan vitamin juga tidak baik. seperti vit A dan D yg jika kelebihan tubuh tidak dapat membuangnya yg dpt menyebabkan resiko cacat lahir

Kesimpulanya : janganlah terlalu banyak mengkonsumsi salah satu jenis makanan. Makanlah secukupnya saja.

Semoga bermafaat !

Sumber :

Infobunda.com, Bidanku.com, Health.detik.com, Ayahbunda.co.id,


Bagaimana caranya memperkuat bonding antara Ibu dan Anak

January 23, 2009

Rangkuman dari pengalaman moms di mailing list ASI for Baby. Topik itu ngebahas working mom atau working at home mom yang bisa tetap dekat dengan anak2 mereka.

 

Untuk memperkuat bonding antara ibu dan anak :

  1. Tetap menyusui langsung sampai anak berusia 2 tahun. Karena menyusui  merupakan salah satu cara untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada anak
  2. Ciptakan quality time sama anak, maksudnya jangan hanya secara fisik aja ada di samping anak, tapi pikiran dan konsentrasi kita juga harus full sama si anak. Jadi jangan disambil sambil main PC, nonton TV atau apa. Anak tuh tau loh kalo pikiran kita ga sama dia. Masuk ke dunia anak2 dan maen sama mereka.
  3. Sering2 dekap, peluk, cium dan belai mereka dengan penuh kasih sayang sehingga mereka dapat merasakan cinta kita sebagai orang tuanya.
  4. Usahakan sebelon tidur malem kita yang diliatnya terakhir dan pas waktu bangun kita juga yang diliatnya pertama
  5. Ada mainan atau kegiatah yang hanya dilakukan dengan kita sebagai orang tuanya sehingga mereka menanti2kan saat bermain dengan kita.
  6. Waktu pulang kantor / istirahat or weekend, handle semua kebutuhan anak sendiri atau luangkan waktu sebanyak mungkin dengan anak, misalnya mandiin, nyuapin makan, dll. Pasti anak kan mau dong sekali2 mamanya yang mandiin dia ..
  7. Jangan terlalu memanjakan anak supaya mereka bisa mandiri dan tidak terlalu tergantung dengan orang sekitarnya. Kita sebagai orang tua tidak bisa selalu berada di sekitarnya. Dengan mandiri anak akan berkurang ketergantungannya pada orang lain.

 

Yang penting, selalu berpikiran positive dan luangkan sebanyak mungkin waktu dengan si kecil.


Tahapan perkembangan berbicara bayi

December 19, 2008

Ditulis pada oleh bayikita

Perkembangan berbicara bayi dan anak

  • Sekitar umur 7-8 bln bayi mulai bisa bersuara satu suku kata, misalnya:ma/pa atau ta, atau da
  • Sekitar umur 8 – 10 bulan bisa bersuara bersambung, misalnya : ma-ma-ma-ma,pa-pa-pa-pa, da-da-da-da- , ta-ta-ta-ta
  • Sekitar umur 11 – 13 bulan mulai bisa memanggil : mama !, papa !
  • Sekitar umur 13 – 15 bulan mulai bisa mengucapkan 1 kata, misal : mimik,minum, pipis
  • Sekitar umur 15 – 17 bulan mulai bisa mengucapkan 2 kata
  • Sekirtar umur 16 – 18 bulan mulai bisa mengucapkan 3 kata
  • Sekitar umur 19 – 22 bulan mulai bisa mengucapkan 6 kata
  • Sekitar umur 23 – 26 bulan mulai bisa menggabungkan beberapa kata : mimik cucu
  • Sekitar umur 24 – 28 bulan mulai bisa menyebutkan nama benda, gambar
  • Sekitar umur 26 – 35 bulan, bicaranya 50 % dapat dimengerti orang lain

(Sumber : Denver II, Frankenburg WK dkk, 1990)

Didapat dari milis balita anda


Early Signs of Autism

December 19, 2008

If your baby otherwise seems to be growing and developing normally, then that is probably not a sign of autism. Among other normal developmental milestones that you would expect at this age include that your baby smiles, is usually comforted or soothed when she is picked up, follows objects past the midline of her face, make ‘ooo’ and ‘aah’ type cooing noises, and maybe has begin laughing. You should definitely discuss it with your Pediatrician if you don’t think your baby’s behavior is normal though.

The symptoms you describe could also be seen in infants with high muscle tone, especially if her muscles usually seem extra stiff. This is something that you should also discuss with your Pediatrician, but it isn’t really related to autism at all.

Among the early signs and symptoms that parents and Pediatricians look for to alert them that a child needs further evaluation for autism include:

·         not smiling by six months of age

·         not babbling, pointing or using other gestures by 12 months

·         not using single words by age 16 months

·         not using two word phrases by 24 months

·         having a regression in development, with any loss of language or social skills

Infants with autism might also avoid eye contact, and as they get older, act as if they are unaware of when people come and go around them, as you can see in this autism screening quiz.

Keep in mind that autism usually isn’t diagnosed until about age 3, although some experts believe that some children begin to show subtle signs as early as six months of age.

There is also an autism study that showed that some children with autism had abnormal brain growth. Specifically, they had a smaller than average head size at birth (at the 25th percentile), but then had a period of rapid head growth during which their head size moved up to the 84th percentile by age 6-14 months. But rapid head growth is not a sign in all kids with autism.

In general, if you are concerned about your child’s development, especially if you think that they might have autism, you should talk to your Pediatrician and consider a more formal developmental evaluation.

And keep in mind that when a child arches her back a lot, it can be a sign of gastroesophageal reflux (Sandifer Syndrome), although you would usually expect other symptoms, like spitting up and being fussy.

Getting An Evaluation

One of the frustrating things that occurs when parents think something is wrong with their child’s development is that they may be told ‘not to worry’ or that they ‘should just wait.’ Experts think that it is better for parents to trust their instincts and get their child evaluated if they think that they aren’t developing normally. This guide from First Signs is a good resource for parents trying to share their concerns with their Pediatrician.

Your local early childhood development program may also be able to do an evaluation if you are concerned about your child’s development

Source : http://pediatrics.about.com/od/growthanddevelopment/ig/Developmental-Milestones