Latch On and Let Down

Posisi yang tepat atau latch-on adalah elemen kunci dalam kesuksesan proses menyusui. Proses menyusui dapat ditingkatkan dengan menempelkan payudara ke tengah-tengah bibir bayi anda. Ini akan menstimulasi bayi anda untuk membuka mulutnya lebar-lebar. Saat hal ini muncul dorong bayi anda lurus ke depan menuju puting susu (nipple) dan areola (lingkaran coklat/gelap di sekeliling puting susu). Saat posisi bayi anda sudah tepat (latch-on), putting susu dan sebagian besar dari areola akan masuk di dalam mulut bayi anda. Bibir bayi anda dan gusinya harus berada di sekeliling areola payudara anda, tidak hanya pada putting susu saja. Karena itu menjadi penting untuk membuat mulut bayi terbuka lebar sebelumnya.

Anda dapat membantu bayi anda untuk latch-on dengan memegang/ menyangga payudara anda dengan menggunakan tangan anda yang dalam posisi bebas (tidak dalam sedang posisi menggendong bayi). Tempatkan jari-jari anda dibawah payudara dan letakkan ibu jari anda pada bagian atas (dibelakang dari areola;C-position). Pastikan bayi anda berada setinggi dengan payudara anda dan pastikan juga tangan anda yang memegang payudara berada di belakang areola sehingga tidak mengganggu mulut bayi anda.

 

Cradle hold

 

Football hold

 

Side-lying position

 

Cross cradle hold

 

Latch-on dan c-position

 

Australian hold

Saat bayi anda pertama kali menyusu akan ada sensasi/perasaan tersedot/tertarik (tugging sensation). Jika proses latch-on menimbulkan rasa sakit maka ada kemungkinan proses latch-on belum tepat. Hentikan sementara proses latch-on dengan cara memasukkan jari anda dengan menyusupkan jari anda kearah sudut dari mulut bayi anda, reposisi ulang dan coba lagi. Jangan menghentikan proses menyusu yang tidak tepat dengan langsung menarik bayi anda dari payudara, dapat mengakibatkan lecet pada puting anda.

Jika puting susu anda tidak sedang mengalami lecet/luka maka proses menyusui seharusnya tidak memberi rasa sakit. Karena itu jika timbul rasa sakit saat menyusui bayi anda maka kemungkinannya adalah latch-on tidak benar dan perlu direposisi ulang.

Latch-on yang tepat sangat penting karena memberikan :

  • Aliran ASI lebih lancer
  • Mencegah lecet pada putting susu
  • Menjaga bayi anda agar puas dalam menyusui
  • Menstimulasi produksi asi yang kuat
  • Menjaga agar tidak terjadi pembengkakan payudara

Bayi menggunakan bibir, gusi dan lidah untuk mengisap asi dari payudara. Proses mengisap puting susu yang sederhana (simple suckling) tidak akan mengeluarkan asi tetapi akan melukai dari putting susu. Proses mengisap yang baik ditandai dengan :

  • Lidah bayi berada di bawah putting susu
  • Periode jeda dalam proses mengisap dengan ditandai adanya proses menelan yang dapat dilihat dan didengar
  • Pergerakan sendi rahang (temporomandibulat joint) yang aktif terlihat selama proses menyusui berlangsung.

Sebagian besar bayi akan aktif menyusu dalam keadaan lapar dan dalam posisi yang tepat. Pada periode minggu pertama setelah melahirkan sampai menyusui berjalan dengan lancar, bayi-bayi tidak perlu diberikan suplemen apapun (air, gula, formula, dan lain-lain) kecuali dengan alasan medis. Bayi yang mendapat asi secara teratur dan efektif akan mendapat asupan air dan nutrisi yang dibutuhkan. Perkenalan botol susu dan puting buatan dapat menimbulkan “bingung puting” pada bayi dan mengakibatkan gangguan dalam proses menyusui.

Proses lain dalam menyusui yang akan anda rasakan adalah adanya let-down reflex. Let-down reflex muncul setiap kali anda menyusui bayi anda. Let-down reflex pada saat-saat pertama menyusui akan timbul dalam beberapa menit, setelah itu maka let-down reflex akan muncul lebih cepat biasanya dalam hitungan detik.

Tada-tanda dari let-down reflex berbeda antara satu wanita dengan lainnya. Saat bayi anda menyusu anda dapat merasakan rasa geli, atau sedikit nyeri pada payudara anda atau asi mulai keluar dari payudara yang tidak digunakan untuk menyusui. Perasaan dan keluarnya asi ini merupakan tanda dari let-down reflex.

Anda juga dapat merasakan kram/kontraksi pada rahim anda (uterus), karena hormon dalam let-down reflex,oksitosin, selain menstimulasi aliran asi juga menyebabkan kontraksi dari otot-otot rahim. Untuk itu proses menyusui membantu rahim anda untuk kembali ke ukuran awal sebelum melahirkan. Proses kram ini merupakan proses normal dan salah satu tanda berhasilnya proses menyusui. Rasa kram ini akan menghilang dalam satu minggu dan selanjutnya.

Untuk membantu proses let-down dapat dilakukan :

  • Duduk menggunakan kursi yag nyaman yang mendukung/support punggung dan lengan anda.
  • Pastikan bayi dalam posisi yang tepat (latch-on)
  • Dengarkan musik yang menenangkan dan siapkan minuman yang bergizi untuk anda selama proses menyusui
  • Jangan merokok, mengkonsumsi alcohol atau menggunakan obat-obatan bebas secara tidak terkontrol karena dapat mengganggu proses let-down dan isi dari asi ananda.
  • Gunakan bra untuk menyususi dan pakaian yang meudahkan anda dalam proses menyusui.
  • Pastikan anda berada di tempat yang tenang dan tidak ada gangguan selama proses menyusui berlangsung.

Sumber : website sehatgroup 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: