Persiapan Makanan Si Kecil

Memberi makan si kecil Sepele, Tapi Tidak Remeh

  1. ASI tetap merupakan makanan utama dan terbaik sampai usia 1 tahun.
  2. Jangan tambahkan gula, garam atau penyedap lain dalam makanannya.
  3. Selalu gunakan sendok bayi, lalu langsung suapkan makanan. Jangan dicicipi dulu.
  4. Jangan gunakan sendok bayi untuk mencicipi apakah makanan cukup hangat atau tidak. Gunakan sendok Anda sendiri.
  5. Buang makanan yang tersisa di piring, dan jangan diberikan lagi. Bisa jadi sudah banyak bakterinya.
  6. Segera simpan makanan bayi siap pakai yang sudah terbuka dalam lemari es.
  7. Buang makanan bayi buatan Anda atau kemasannya sudah dibuka dan tersimpan di lemari es hingga lebih dari 3 hari. Dikhawatirkan sudah “dihinggapi” bakteri.  
  8. Makanan yang sudah dibekukan tidak boleh dipanaskan lebih dari sekali. Sebaiknya, ambil untuk porsi sekali makan saja, lalu masukkan sisanya di lemari es.
  9. Perhatikan dan hargai “sinyal-sinyal” si kecil ketika kenyang. Jangan terus memaksa untuk menghabiskan isi piringnya.
  10.  Jangan tinggalkan bayi sendirian pada saat makan.

 Yang Perlu Diingat Dalam menyiapkan makanan si kecil

 

  1. Selalu mencuci bersih setiap bahan makanan yang akan diolah menjadi makanan bayi.
  2. Selalu mencuci tangan sebelum mulai mempersiapkan makanan bayi, terutama bila kontak dengan daging, telur, atau ikan mentah, dan sebelum memberi makan bayi. Selain itu, cuci juga tangan bayi Anda.
  3. Talenan, pisau dapur serta peralatan lain yang digunakan harus segera dicuci setelah digunakan. Biarkan kering dengan cara diangin-anginkan, atau dikeringkan dengan lap bersih.
  4. Peralatan makan bayi, seperti mangkuk, sendok, dan cangkir, harus disucihamakan dulu sebelum digunakan   oleh bayi. Jangan lupa untuk selalu memeriksa suhu makanan yang akan disuapkan pada bayi. Beberapa jenis mangkuk atau sendok makan bayi dilengkapi dengan sensor panas, sehingga memudahkan Anda untuk mengetahui apakah makanan tersebut masih terlalu panas untuk bayi atau tidak. Untuk tujuan yang sama, Anda bisa menaruh sedikit makanan di sebelah dalam pergelangan tangan Anda.
  5. Jangan menyimpan makanan yang tidak dihabiskan bayi. Ludah yang terbawa oleh sendok bayi akan menyebarkan bakteri.
  6. Makanan bayi hasil olahan sendiri dapat dibekukan dengan menggunakan cetakan es batu, lalu tutup dengan plastik sampai rapat. Beri label dan tanggal. Bila akan diberikan pada bayi, makanan beku tersebut dapat dipanaskan dalam panci (ditim), dikukus, atau menggunakan microwave (periksa apakah semua bagian makanan mendapat panas yang sama). Setelah mencair dan mendidih, biarkan makanan mencapai suhu kamar, baru disuapkan pada bayi.
  7. Makanan bayi yang dibekukan sebaiknya tidak dipanaskan lebih dari satu kali. Jadi, Anda sebaiknya mengambilnya dalam porsi sekali makan, dan biarkan sisanya tetap dalam lemari pembeku untuk dipergunakan lain waktu.
  8. Jangan menambahkan garam, gula atau madu. Garam dapat memaksa ginjal bayi yang belum berkembang sempurna untuk bekerja keras. Gula dapat merusak gigi bayi, dan madu membawa risiko infeksi bakteri C.botulism (bakteri penyebab keracunan makanan) .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: