12 ‘Kejutan’ pada Bayi Baru

December 1, 2008

Siap-siap ya. Bayi-bayi baru lahir senang sekali memberi ‘kejutan’. Seringkali benar-benar tak terduga lho…

Meski Anda sudah membaca seabrek ulasan tentang seorang bayi, entah mengapa, kehidupan dengan bayi baru selalu saja diwarnai dengan hal-hal yang menakjubkan. Ternyata, ada banyak juga yang bisa dipelajari langsung dari bayi Anda kalau nggak mau repot-repot buka buku atau sharing dengan orang lain.

Berikut berbagai kejutan yang mungkin diberikan oleh si kecil, namun mengkhawatirkan orang tua baru pada hari-hari pertamanya:

1. “Kok, bayiku jelek?”

Biasanya, Anda bayangkan idealnya bayi itu montok, pipinya kemerah-merahan, dan cute . Jika kepala bayi Anda agak aneh dan bentuknya kerucut pada awalnya, mungkin saja ini karena ia sudah berjam-jam terjepit di panggul. Agar pas melalui jalan lahir, mau tidak mau tengkorak kepala menyesuaikan diri. “Ini untuk melindungi terjadinya retaknya tengkorak atau kerusakan otak selama persalinan via vagina,” kata Anne Hansen, MD, dokter anak di Children’s Hospital Boston, Amerika Serikat.

Masih banyak lagi ‘daftar’ kejelekan si kecil. Misalnya, mata bengkak, wajah dan kepala agak memar jika lahir dengan bantuan forsep (alat untuk menjepit dan menariknya ke luar) atau vakum, dan sebagainya. Bersabarlah, dalam waktu singkat, dia akan berubah jadi malaikat kecil Anda.

2. “Dia gemetar terus.”

Setelah berbulan-bulan melekuk dalam kantung air di rahim yang cozy, namun sempit, sekarang kaki dan tangan bayi baru Anda bebas bergerak. ke sana-sini. Hanya saja, dia belum mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya. Makanya, lambaian tangannya agak tersentak-sentak.

Bayi juga lahir dengan refleks Moro. Begitu diangkat dan diturunkan lagi secara tiba-tiba, misalnya, kedua tangan dan kakinya akan merentang, lalu menutup kembali. Jemarinya juga menekuk seolah-olah mencengkeram sesuatu. Jangan takut, refleks ini akan hilang ketika dia berusia 3 bulan.

Lalu, sistem saraf yang sedang berkembang suka mengirim lebih banyak impuls listrik ke otot-otot dari yang diperlukan, sehingga dagu dan kakinya sering gemetar. Setelah beberapa minggu, dia sudah tidak gemetaran lagi.

3. “Wow, kelaminnya besar sekali!”

Sebelum suami Anda keburu ge-er gara-gara bayi laki-lakinya punya buah zakar yang besar, dia harus tahu bahwa genetik atau hormon laki-laki yang super perkasa sekalipun tidak ada pengaruhnya terhadap ukuran buah zakar. Membesarnya buah zakar terjadi akibat terdesaknya bayi selama kelahiran, seperti kalau cairan terjebak dalam jaringan.

Juga, dalam tubuh semua bayi baru masih mengalir hormon-hormon ibunya. Nah, hormon tersebut membuat buah zakar (bayi laki-laki) atau bibir luar kelamin (bayi perempuan) seolah-olah besar alias bengkak. Biasanya, alat kelamin tersebut akan mengempis beberapa hari kemudian.

4. “Bayiku lapar terus.”

Pada minggu-minggu pertama, Anda mungkin saja heran. Kok si kecil makan terus? Permintaan bayi yang bertubi-tubi ini adalah cara alami untuk meningkatkan suplai ASI Anda. Melalui trail and error , akhirnya bisa ditemukan takaran yang pas untuk memenuhi selera makannya. Bayi yang menyusu cenderung lebih sering minum, sebab ASI lebih mudah dicerna dan diserap ketimbang susu formula.

Nah, alasan untuk minum ‘gila-gilaan’ ini, tentu saja, karena si kecil harus tumbuh. Jangan heran, kalau berat badannya pada usia 6 bulan jadi 2 kali lipat dari berat lahirnya. “Selama periode percepatan pertumbuhan, jangan kaget kalau bayi Anda jadi super rakus. Nafsu minum yang gila-gilaan ini pertama kali terjadi ketika usianya 4-6 minggu,” kata Glade Curtis, MD , dokter kandungan yang juga pengarang dari “Your Baby’s First Year week by Week”.

5. “Tangan dan kakinya dingin.”

Sebelum Anda buru-buru membungkusnya dengan berlapis-lapis selimut, pegang dulu tubuhnya. Jika tubuhnya hangat dan agak pink, ini berarti ia tidak kedinginan. Sistem peredaran darahnya masih berkembang, sehingga darah bolak-balik ke organ tubuh yang paling membutuhkan. Nah, tangan dan kaki termasuk dalam ‘antrian’ paling akhir mendapat pasokan darah bersih. Butuh waktu sekitar 3 bulan bagi sistem peredaran darah untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim. Jadi, tidak apa-apa kalau jari-jari tangan dan kakinya dingin dan agak pucat.

6. “Ada darah di popoknya.”

Hormon ibu yang menyebabkan bibir luar kelamin membengkak, juga bertanggung jawab terhadap terjadinya perdarahan pada beberapa bayi baru. Jadi, tenang-tenang sajalah kalau ada setetes darah atau noda di popok si kecil pada minggu-minggu pertama kehidupannya. “Periode haid yang super pendek ini hanya akan berlangsung selama beberapa hari, kata Dr. Curtis. Kadangkala, apa yang kelihatannya seperti darah mungkin saja merupakan urin yang pekat, sehingga agak gelap di lipatan popok.

7. “ Ada tonjolan kecil di bibirnya.”

Banyak bayi baru yang bibir atasnya ada tonjolan kecil atau lepuhan akibat terlalu bersemangat menghisap susu dari botol maupun payudara ibunya. Akibatnya, si kecil jadi tidak nyaman. Sebenarnya, tonjolan itu akan membuat bibir jadi lebih mudah ‘menangkap’ puting susu. Tonjolan ini akan hilang sendiri dalam beberapa bulan, atau bisa saja berulang kali muncul dan hilang.

8. “Pupnya cair. Diare nggak ya?”

Kotoran bayi menyusu yang berwarna kuning seperti mustard dan mirip biji-bijian biasanya cair, sementara pup bayi susu formula cenderung berwarna kecokelatan dan kental seperti es krim. Beberapa bayi akan pup beberapa kali dalam sehari, sedangkan yang lainnya pup beberapa kali dalam seminggu. Sepanjang berat badan bayi Anda terus bertambah, serta tidak masalah pada perut atau kembung, berapapun frekuensi pupnya tetap oke kok.

Memang, agak susah untuk membedakan pup biasa dengan pup akibat diare, khususnya pada bayi yang menyusu. Biasanya sih, bayi ASI pup sehabis makan, dan kotorannya lebih cair. Jadi? Mau tidak mau Anda harus belajar mengenali kotoran si kecil. Jika frekuensi, volume, dan kekentalannya berubah secara drastis, segera bawa ke dokter.

9. “Si kecil bersin terus.”

Bayi baru sering banget bersin. Meski begitu, ini tidak berarti ia pilek atau sakit. Bisa jadi, ia hanya sedang melonggarkan rongga hidung dan saluran napas dari berbagai sumbatan dan partikel-partikel udara. “Ketika menyusu, bayi bisa saja menempel erat-erat pada Anda. Akibatnya, hidungnya jadi gepeng atau salah satu lubang hidungnya tertutup,” kata Dr. Curtis. “Setelah minum, bayi akan menghela napas atau bersin untuk melonggarkan rongga hidungnya lagi.”

10. “Kulit tangan dan kakinya terkelupas.”

Ketika bayi berenang dalam lautan air ketuban, kulitnya terlindung dari lingkungan yang basah berkat lapisan kulit berwarna putih dan mirip lilin yang disebut vernix . Tapi, sekali si kecil terpapar udara, vernix akan mengering dan mulai mengelupas. Jangan gosok-gosok serpihan kulit sisanya, sebab bisa jadi Anda malah mengelupas kulit yang sebenarnya belum siap untuk rontok. Proses pengelupasan ini akan berlangsung sekitar 1-2 minggu.

11. “Bayiku nggak napas!”

Bisa jadi Anda beberapa kali agak histeris begitu melihat si kecil tidak bernapas secara teratur ketika terlelap. Ini normal-normal saja. Sesekali, bayi Anda seakan-akan berhenti bernapas sebentar, lalu bernapas lagi dengan cepat. “Sebenarnya, itu adalah bagian dari perkembangan diafragma (sekat rongga badan antara dada dan perut) dan sistem saraf,” kata Dr. Curtis. Pada usia 6 minggu, ia akan memiliki pola napas yang lebih teratur. Hanya saja, jangan lupa telentangkan si kecil, serta singkirkan semua barang dan mainan lembut dari boksnya untuk mencegah terjadinya SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindroma kematian bayi secara tiba-tiba.

12. “Suara tangisannya kok sama?”

Jika Anda belum juga piawai dalam menerjemahkan bahasa pertama bayi Anda, nggak usah terlalu cemas. “Seiring dengan berjalannya waktu, Anda akan mengenali jeritan keras dari tangisannya karena sakit atau rengekan berkepanjangan ketika ia kecapaian,” kata Dr. Hansen. Nah, suara tangisan karena lapar biasanya di antara kedua suara itu. Meski begitu, ada juga sih bayi-bayi yang terdengar agak desperate (dan juga keras) ketika mau makan pada saat itu juga. Namun, pada hari-hari pertama, tidak perlu terlalu panik kalau si kecil mulai menangis. Sebab, bisa saja ia menangis tanpa alasan apapun. Yang penting, Anda harus bereaksi sama, yakni menunjukkan perhatian dan kasih sayang. Habis, itu memang yang diinginkan dan juga dibutuhkan si kecil.

Sumber : Indita Indriana


Tas Bersalin

November 29, 2008

Barang-barang apa ya yang sebaiknya disiapkan di tas yang akan dibawa ke RS?

 

Untuk sang ibu :

Ø       Baju yang berkancing depan untuk memudahkan menyusui

Ø       Sarung untuk setelah melahirkan

Ø       Baju piyama untuk tidur

Ø       Kaos kaki, karena biasanya ruangan di rumah sakit dinginnya minta ampun

Ø       Satu setel baju untuk pulang dari rumah sakit

Ø       Softek / pampers khusus untuk ibu melahirkan, karena ibu pasca melahirkan pasti masih banyak mengeluarkan darah

Ø       Korset untuk membuat perut nyaman setelah melahirkan

Ø       Celana dalam ibu hamil (perut kita kan masih besar :p) dan bh kalo mau yang khusus menyusui

Ø       Sikat gigi dan peralatan mandi (bagi yang sudah boleh mandi)

Ø       Handuk kecil untuk menyeka badan, dan handuk besar

Ø       Sendal

Ø       Majalah dan MP2 untuk mendengarkan musik untuk menunggu di rumah sakit

Ø       HP, penting dong untuk ngabarin temen2 dan sodara2 bahwa bayi kita dah lahiran

 

Untuk sang bayi :

Ø       2 atau 3 pasang baju bayi, lengkap dengan bedong dan popok. Kalo gurita jaman sekarang dah ga boleh pake ya di RS2 …

Ø       Selimut untuk nanti pulang ke rumah

Ø       Sarung tangan

Ø       Topi

Ø       Minyak telon, baby oil dan teman2nya, tapi ini biasanya sudah disediakan oleh pihak rumah sakit

 

Untuk sang ayah (yang biasanya ikutan nemenin di RS) :

Ø       Baju ganti

Ø       Peralatan mandi dan handuk

Ø       Selimut tipis, biasanya kan yang nemenin tidurnya di sofa doang atau di kursi dan kamar rumah sakit itu biasanya dingin banget

Ø       Bacaan atau MP3 atau media hiburan lainnya ..

Ø       HP, untuk kabar2i atau untuk menghubungi di saat2 emergency

Ø       Sendal

Ø       Surat2 untuk pengrurusan admin rumah sakit, misalnya surat keterangan dari dokter, KTP, dll.

 

Sebaikanya tas tersebut disediakan pada saat kehamilan 36 minggu, waktu di mana bayi sudah bisa lahir normal. Dan juga sebaiknya tas dibawa selalu di mobil, jadi jika suatu saat akan melahrikan di mana saja bisa langsung ke RS tanpa harus pulang dulu ke rumah.

 

 


Pernak pernik Bayi baru Lahir

August 5, 2008

Apa aja sih yang harus disiapkan untuk bayi yang baru lahir ?

 

Baju dan aksesoris

  1. Baju tangan panjang
  2. Baju tangan pendek
  3. Popok  —-   Kepakenya sih cuman bentar,paling lama sebulan. Tp mesti nyetok banyak, apalagi musim ujan, karena bayi baru lahir tuh pipisnya bisa sampe belasan kali, belon pupnya juga kadang bisa sampe 6 – 10 kali. Jadi kan musti nyetok banyak. Kecuali mau pake pampers, ga usah nyetok popok langsung aja celana panjang.
  4. BedongKalo jaman sekarang sih dah ga dibolehin, karena bisa menghambat perkembangan gerakan bayi. Tapi orang2 jaman dulu, apalagi di Indonesia, masih suka buat karena katanya supaya tangan dan kakinya lurus, padahal orang2 di Amrik dan Eropa sana pada ga pake yang bedong lurus juga tangan dan kakinya kan. Bedong boleh dipake untuk menghangatkan bayi yang baru lahir sampe sekitar 2 mingguan. Itu pun jangan kenceng2 dan pake iket2 segala.
  5. Celana panjang bayi
  6. Celana panjang bayi dengan tutup kaki —- Berdasarkan pengalaman sih kalo pake yang tipe ini ga tahan lama, karena bayi kan cepet ninggiin, cepet ga muat. Dan juga suka nendang2 jadinya suka melorot ke bawah.
  7. Celana pop —- Untuk bayi baru lahir sih belon, ini baru bisa dipake mulai umur 2 atau 3 bulan
  8. Singlet bayi
  9. Sarung tangan dan kaos kaki
  10. Topi
  11. Selimut bayi
  12. Waslap
  13. Jaket
  14. Handuk bayi —– Handuk bayi biasanya lebih lembut daripada handuk orang dewasa.
  15. Slaber
  16. Gurita bayi —- Ini juga jaman sekarang mah da ga boleh sama DSA2, bisa mengganggu pernafasan dan perut bayi.
  17. Perlak besar dan kecil
  18. Tatakan ompol —– Untuk alas ompol jadi kalo pipis ga sampe banjir basah ke mana2 meski dah pake perlak. Ini pake kain biasa aja yang banyak menyerap air.
  19. Tas bayi —– Ini sih perlu ga perlu, secara dari pengalaman mah pasti banyak yang ngasih J Lagian kalo ga sering2 pergi ya ga perlu
  20. Tempat bedak + spon —– Bedak ga boleh lagi dipakein di bayi terutama bagian alat kelamin sama lipetan2, karena di Indo kan tingkat kelembabannya tinggi, jadi bayi keringetan terus, kulitnya ga pernah kering. Apalagi kalo untuk bercampur keringat malah jadi sumber tempat tinggalnya kuman yang bisa menyebabkan penyakit kulit seperti nanah dan lain-lain. Kalo mau pake bedak di muka aja biar wangi, itu juga harus pake spons bedak yang kaya bedak untuk muka kita. Jangan pake yang model puff karena ntar bedaknya ke mana2 dan bisa kehirup bayi kita., kan bahaya tuh.
  21. Tempat kapas
  22. Kapas bulet2
  23. Cotton bud
  24. Minyak telon
  25. Baby oil
  26. Sisir bayi
  27. Bak mandi bayi
  28. Pemotong kuku bayi
  29. Sabun + shampoo
  30. Bantal kecil yang ada tatakan kepalanya —- Ini buat supaya bentuk kepalanya bagus dan nahan dia supaya tidurnya lurus, karena kalo miring ntar bentuk kepalanya jadi tidak simetris alias peang sebelah.

 Yang lainnya :

  1. Sterilizer —– Untuk men sterilkan botol. Bisa juga pake cara tradisional dengan cara merebus dengan air mendidih.
  2. Alat pompa ASI —– Buat ibu bekerja yang mau mompa ASI. Ada macem modelnya, ada yang manual, semi manual, sama otomatis. Tergantung kenyamanan masing2.           
  3. Penghangat susu —– Ini juga bisa dengan cara tradisional, direndam dengan air hangat. Cuman memang agak lebih lama.
  4. Breast pad —– Perlu untuk ibu menyusui yang bekerja, biar ga netes ke mana2..kan malu kalo mau meeting tp basah bajunya bagian depan. Apalagi kalo ASI esklusif, kalo dah lewat jamnya menyusui pasti kenceng dan otomatis merembes keluar.
  5. Cooler bag —– Tempat penyimpanan ASI perahan untuk ibu yang bekerja seharian, supaya ASI tetep bagus. Kecuali kalo di tempat kerja ada freezer sih ga perlu.
  6. Baby box —– Ini sih sebenernya relatif orang tuanya. Kalo mau anaknya tidur di kamar sendiri dari awal, kayanya penting ada baby box. Pakai ranjang biasa juga bisa tp takut ntar kalo babynya bisa guling2 ntar jatoh lagi. Kalo mau tidur bareng orang tuanya, bisa tidur bareng2 di ranjang ortunya (ga recommend sih soalnya sempit dan takut kegencet). Atau ayahnya yang kena gusur tidur di bawah :p Atau juga pake baby box, jadi tetep sekamar tp misah ranjang. Kalo berdasarkan pengalaman memang membantu banget baby box terutama kalo babynya dah bisa guling2 sendiri. Jadi ga khawatir jatuh.
  7. Matras busa
  8. Kelambu —– Ini penting banget ! Soalnya bayi kalo digigit nyamuk lama banget ilangnya! Dan merahnya bisa besar dan bengkak gitu. Untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk bisa pake minyak tawon, tp harus langsung dioleskan wkatu digigit nyamuk. Kalo sudah bengkak, tetep aja lama baru hilang bekasnya.
  9. Botol susu —– Tersedia berbagai merk. Ukuran dotnya juga macem2 tergantung usia si bayi.
  10. Sikat botol susu
  11. Stroller —– Lumayan ngebantu kalo mau jalan2. Biar bayinya bisa tidur di sana. Kitanya juga ga pegel gendongan dia melulu.
  12. Gendongan bayi —– Ini kalo buat ibu2 yang mau gendong bayinya ke mana2 dan males pake stroller. Kalo aku pribadi sih ga pake ini, karena ga dibiasain digendong, jadi ke mana2 taro di stroller, berat bo !
  13. Termos kecil buat bawa air anget
  14. Tempat kecil2 yang buar bawa susu formula untuk satu takeran

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.